Tampilkan postingan dengan label Musik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Musik. Tampilkan semua postingan

Jumat, 23 Desember 2011

Britney Spears Eksis Lagi di 'Femme Fatale'

Salah satu album yang menjadi pusat pembicaraan dan diperkirakan akan menembus angka yang sangat tinggi adalah 'Femme Fatale'. Inilah album terbaru milik penyanyi pop,  Britney Spears. Albumnya ketujuhnya ini tidak diperkirakan akan mengekor kesuksesan album sebelumnya.
Diproduseri oleh Max Martin dan Dr Luke, Spears telah mengikuti jejak Zeitgeist dalam kegemarannya mendengarkan musik dansa saat ini. Albumnya ini diciptakan dengan melodi menyenangkan dan kadang membuat ketegangan. Namun, diharapkan dapat memberikan kepuasan untuk penggemarnya, baik yang lama maupun penggemar baru ibu dua anak ini.

Untungnya, Spears bisa menjadi dirinya sendiri sesuai karakternya yang khas. Dia tak mencoba menjadi artis lain yang juga 'Femme' seperti Lady Gaga, Madonna, dan sebagainya. Suara Britney tetap khas dan unik, hampir tidak ada imitasinya. Setiap orang yang mendengarkan lagunya, langsung bisa mengenali itu adalah Spears.

Pengerjaan albumnya kali ini sangat penuh nuansa elektronik, cukup sederhana, namun tidak mengurangi kebesaran sang bintang. Di single pertamanya, 'Hold It Against Me', Spears memadukan suara mulusnya dengan karakter pop yang khas.

Namun, hanya ada sedikit instumen yang bisa diidentifikasi dalam lagu-lagu Spears kali ini. Dengan kata lain, bagi penyuka album Arcade Fire, 'The Suburbs' yang memenangi Album of the Year Grammy Awards 2011, tidak akan memilih album ke-7 Britney ini sebagai referensi musik favorit.

Single kedua, 'Till The World Ends' adalah lagu terbesar yang pernah dirilis dalam kariernya selama 13 tahun. Dalam album ini, ia berani melepaskan diri dari tren seperti yang dilakukannya pada beberapa lagu album 2007, 'Blackout'. Lagu-lagu Spears kembali tidak basi dan keluar dari mainstream.

Tambahan lagu yang menonjol dan sangat asyik jika didengar di radio adalah 'I Wanna Go' kemungkinan akan menjadi single ketiga serta lagu dengan tempo agak rendah, 'Gasoline'.  "How I Roll' dalam album ini menjadi lagu elektronik yang ringan, menyenangkan, dan membuat bahagia.

Begitu pula lagu 'Trouble for Me' yang memiliki nada menarik dengan sentuhan gelap dan seksi. Keduanya bisa dijadikan tembang untuk mengantar tidur. Beberapa lagu dalam album ini, Spears juga berkolaborasi dengan penyanyi lain, seperti "Drop Dead) Beautiful' bersama Sabi dan 'Big Fat Bass' bersama Will.i.am.

“Britney mungkin tidak bisa mencapai cita-citanya yang tinggi di dunia astronomi, tetapi dengan album Femme Fetale-nya kali ini, kariernya akan semakin melejit sebagai bintang,” ungkap Jeremy Blacklow, pengamat musik AS.




sumber: http://showbiz.vivanews.com/news/read/214965-britney-spears-eksis--lagi-di--femme-fatale-
»»  Pengertian Selanjutnya

Mitos Rocker Berpotensi Mati di Usia 27

Ada anggapan di kalangan rocker bahwa usia 27 tahun merupakan saat yang paling monumental untuk mati. Ini merujuk pada sejumlah rocker kelas wahid dunia yang mati di usia 27 tahun, saat mereka berada di puncak karirnya.

Sebut saja nama Janis Joplin, Jimi Hendrix, vokalis The Doors Jim Morrison, dan pendiri The Rolling Stones Brian Jones, yang mati di usia 27. Vokalis Nirvana Kurt Cobain pun disebut-sebut sengaja bunuh diri di usia 27, agar bisa masuk "27 Club". Terakhir, musisi rock yang mati di usia 27 adalah Amy Winehouse.

Selama ini ada yang mengaitkan gaya hidup yang selama ini identik dengan slogan "sex, drugs, and rock and roll" sebagai penyebab mereka mati di umur 27. Tapi peneliti dari Universitas Teknologi Queensland membantah 27 tahun sebagai usia puncak gaya hidup tersebut.

Seperti dikutip dari laman Daily Mail, suatu penelitian mengungkap musisi yang ingin mati di usia 20-an dan 30-an memang memiliki potensi dua hingga tiga kali lipat dibanding khalayak umum. Tapi mati di usia 27 hanya kebetulan semata.

Adrian Barnett yang memimpin penelitian ini mengatakan, untuk menguji "27 Club", harus dilakukan perbandingan antara musisi terkenal yang mati di usia itu dengan khalayak umum, misalnya di Inggris Raya.

"Kami masukkan juga 1.046 musisi (penyanyi solo dan anggota band) yang telah memiliki album nomor satu di daftar lagu terbaik Inggris periode 1956 hingga 2007," ucap Barnett. "Selama periode itu ada 71 musisi (7 persen) yang mati," lanjutnya.

Sampel penelitian itu, Barnett menjelaskan, termasuk crooner (penyanyi solo pop klasik seperti Frank Sinatra atau Perry Como), bintang heavy metal, bintang rock and roll, hingga Muppets. Total, setidaknya ada 21.750 musisi di periode itu.

"Kami menemukan tak ada puncak resiko untuk mati di usia itu. Tapi musisi di usia 20-an dan 30-an memang dua hingga tiga kali memiliki keinginan mati muda dibanding populasi umum di Inggris," jelas Barnett.

Bahkan, penelitian ini mengungkap bahwa awal tahun '80an merupakan puncak kematian musisi yang berusia 20 hingga 40 tahun. Menariknya, tak ada kematian di usia 20 hingga 40 di periode akhir '80an.

"Kami berspekulasi bahwa periode itu (akhir '80an) merupakan periode pemulihan terbaik dari overdosis heroin."

Kesimpulannya, Barnett dan koleganya menyebut "27 Club" didasarkan pada mitos. Walau begitu, secara umum ada potensi keinginan untuk mati para musisi di usia 20-an hingga 30-an.

Di Indonesia sendiri, kematian di usia 27 tahun menjadi populer sejak periode '60an. Di "Catatan Harian Seorang Demonstran" misalnya, Soe Hok Gie beberapa kali menyebut mengenai "27 Club".

Soe Hok Gie memang seperti terinspirasi untuk mati muda. Bahkan, Soe Hok Gie sering mengutip ucapan filsuf Yunani:

"Nasib terbaik adalah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan tapi mati muda, dan yang tersial adalah umur tua. Rasa-rasanya memang begitu. Bahagialah mereka yang mati muda."

Soe Hok Gie sendiri kemudian meninggal pada 16 Desember 1969, sehari sebelum ulang tahunnya yang ke-27. Aktivis mahasiswa yang ikut melakukan demonstrasi di masa pemerintahan Presiden Soekarno ini meninggal akibat menghirup asap beracun, saat berada di Gunung Semeru. Saat itu, Hok Gie meninggal bersama salah satu rekan perjalanannya, Idhan Dhanvantari Lubis.






sumber: http://teknologi.vivanews.com/news/read/274286-rocker-berpotensi-mati-di-usia-27--mitos-
»»  Pengertian Selanjutnya

Rabu, 21 Desember 2011

Tak Pernah Manggung, Grup Band Padi Bubar

Grup band papan atas Indonesia sedang banyak diterpa isu tak sedap. Setelah grup band Peterpan diisukan akan bubar, kini giliran grup band 'Padi' yang diisukan tidak akan lagi meramaikan panggung musik tanah air. Ditanya langsung soal kabar tak sedap ini, bassist band 'Padi', Rindra menegaskan bahwa grup bandnya saat ini hanya vakum.

"Padi tidak bubar, Padi juga tidak sedang menggarap apapun. Jadi cuma vakum saja," ungkap Rindra saat ditemui di Cilandak Town Squere, Jakarta.

Meski jarang terlihat tampil dalam satu panggung, diakui Rindra para personel Padi saat ini sedang disibukkan dengan proyek masing-masing. Bagi Rindra, hal ini bukanlah kabar yang buruk untuk para penggemar 'Padi'. Dengan sibuk mengurusi proyek di luar kegiatan manggung bersama,  hal ini justru bisa menjadi kesempatan yang baik untuk para personel mengembangkan bakat dan kemampuan masing-masing.

"Iya, itu malah bagus. Kita diberi kesempatan untk mengembangkan diri. Kalo kita di Padi terus ya di situ saja. Waktu yang ada ini kita gunakan untuk mengembangkan bakat masing-masing, seperti judul album Padi, 'Tak Hanya Diam', jadi kalo kita diam aja ya nggak jalan," ujarnya.

Rindra juga mengaku, semenjak drumer Padi, Yoyo tersandung kasus hukum, bukan bearti tidak ada tawaran manggung yang mampir pada Padi. Namun, mereka memang mantap memutuskan untuk vakum dan tidak menerima tawaran job apapun.

“Terus terang aja kita bosan ditanya kapan manggung, kapan manggung. Kita masih ditawarin job manggung. Mau nggak Padi manggung, kami jawab, nggak bisa kita lagi vakum. Dan itu selama setahun kita ditawarin seperti itu, jadi Padi cuma vakum ajah. Kalo bubar, nggak juga yaa.





sumber: http://showbiz.vivanews.com/news/read/273778-tak-pernah-manggung--grup-band-padi-bubar-
»»  Pengertian Selanjutnya

Minggu, 18 Desember 2011

gitaris terfavorite sepanjang masa

1.Slash


2.John Lennon


3.Synyster Gates


4.Joe Perry


5.Herman Li


6.Billie Joe Armstrong


7.Tom Morello


8.Steve Vai


9.Jimmy Hendrix


10.Buckethead


11.Yngwie Malmsteen


12.Joe Satriani


13.Paul Gilbert


14.Jhon Petrucci


15.Eric Clapton


16.Stevie Ray


17.Carlos Santana








http://images.askmen.com/galleries/men/carlos-santana/pictures/carlos-santana-picture-3.jpg







 sumber: http://terselubung.blogspot.com
»»  Pengertian Selanjutnya